<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gemercik's Weblog</title>
	<atom:link href="http://gemercik.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gemercik.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 28 Mar 2008 07:42:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gemercik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Gemercik's Weblog</title>
		<link>http://gemercik.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gemercik.wordpress.com/osd.xml" title="Gemercik&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gemercik.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>HIDUP</title>
		<link>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/hidup/</link>
		<comments>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemercik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemercik.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Orang yang melewati satu hari dalam hidupnya tanpa ada : Satu hak yang ia tunaikan, atau Satu Fardhu yang ia lakukan, atau Pujian yang ia Hasilkan, atau Kebaikan yang ia Tunaikan, atau Ilmu yang ia dapatkan Maka Sungguh ia telah durhaka kepada harinya dan menganiaya diri (Dr. Yusuf Qardlowi) Hidup hanya ada tiga hari, yaitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=42&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Orang yang melewati satu hari dalam hidupnya tanpa ada :<br />
Satu hak yang ia tunaikan, atau<br />
Satu Fardhu yang ia lakukan, atau<br />
Pujian yang ia Hasilkan, atau<br />
Kebaikan yang ia Tunaikan, atau<br />
Ilmu yang ia dapatkan<br />
Maka Sungguh ia telah durhaka kepada harinya dan menganiaya diri<br />
(Dr. Yusuf Qardlowi)<br />
<span id="more-42"></span><br />
Hidup hanya ada tiga hari, yaitu :<br />
Kemarin yang sudah jadi sejarah<br />
Sekarang yang kita jalankan, dan<br />
Esok yang belum pasti<br />
So, sebaiknya hisablah hari kemarin, semoga hari ini lebih baik dari kemarin, dan janganlah berharap banyak pada hari esok karena bisa jadi ajal kita datang pada hari ini.</p>
<p>Hidup hanyalah dalam dua nafas, yaitu :<br />
Nafas baik<br />
Hargailah, karena udara adalah pemberian Cuma-Cuma dari Allah dan carilah keridloan-Nya dalam menggunakannya<br />
Nafas Turun<br />
Bertaubatlah, karena bisa jadi itulah nafas terakhir yang keluar dari tubuh bersama dengan ruh untuk meninggalkan dunia yang fana.</p>
<p>Hidup hanya ada dua pilihan, yaitu :<br />
Dalam keridloan-Nya, atau<br />
Dalam Kemurkaan-Nya</p>
<p>Hidup yang kekal hanya ada di dua tempat, yaitu :<br />
Syurga, dan<br />
Neraka</p>
<p>Manakah diantaranya yang akan menjadi tujuan kita?<br />
Amalan apa yang kan kita persembahkan pada-Ny?<br />
Sudahkah kita mempersiapkan diri menuju kesana?</p>
<p>riyanthea_devi@yahoo.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemercik.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemercik.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemercik.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemercik.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemercik.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemercik.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemercik.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemercik.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemercik.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemercik.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemercik.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemercik.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemercik.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemercik.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemercik.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemercik.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=42&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e1c9efbc11cb053cfbc474f374e6180?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gemercik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HIZIB AL-TAHRIR</title>
		<link>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/hizib-al-tahrir/</link>
		<comments>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/hizib-al-tahrir/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:35:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemercik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemercik.wordpress.com/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[TA&#8217;RIF Hizib al-Tahrir adalah sebuah partai politik Islam yang dakwahnya berpijak di atas keharusan mengembalikan khalifah Islamiyah dengan bertopeng kepada fikrah (ide) sebagai sarana paling pokok dalam perubahan. Partai ini telah mengeluarkan ijtihd-ijtihad syar&#8217;i yang kontroversial dan mengundang kecaman ulama-ulama Islam. SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA Partai ini didirikan Oleh Syaikh Taqiyuddin Nabhani (1909 &#8211; 1979 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=41&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TA&#8217;RIF<br />
Hizib al-Tahrir adalah sebuah partai politik Islam yang dakwahnya berpijak di atas keharusan mengembalikan khalifah Islamiyah dengan bertopeng kepada fikrah (ide) sebagai sarana paling pokok dalam perubahan. Partai ini telah mengeluarkan ijtihd-ijtihad syar&#8217;i yang kontroversial dan mengundang kecaman ulama-ulama Islam.<br />
<span id="more-41"></span><br />
SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA<br />
Partai ini didirikan Oleh Syaikh Taqiyuddin Nabhani (1909 &#8211; 1979 M), kelahiran Ijzim, kampung di daerah Haifa Palestina. Setelah pendidikan di kampungnya, kemudian melanjutkan ke Al-Azhar dan Dar al-Ulum, Kairo. Pernah menjadi dosen dan hakim di beberapa kota di Palestina.<br />
Setelah peristiwa 1948, ia bersama keluarganya meninggalkan kampung halamannya menuju ke Beirut. Kemudian ia diangkat menjadi anggota di Mahkamah Banding Bait al-Maqdis (Yerusalem). Ia juga pernah menjadi dosen pada Islamic College di Amman.<br />
Kemudian tahun 1952, ia mendirikan partainya. Dengan konsentrasi penuh ia memimpin partai, menerbitkan buku dan brosur-brosur yang secara keseluruhan merupakan sumber pengetahuan pokok partai. Dia hidup berpindah-pindah antara Yordania, Suriah dan libanon. Ia kemudian wafat dan dimakamkan di Beirut.<br />
Amat sulit mengenal tokoh-tokoh partai yang terkemuka, dikarenakan aktifitasnya yang sangat rahasia.<br />
Sepeninggal Nabhani, Hizib dipimpin oleh Abdul Qadim Zallum, kelahiran kota Khalil, Palestina. Ia penulis buku Hakadza Khuddimat al-Khilafah.<br />
Pada tanggal 19/10/1378 H, didirikan cabang Hizib al-Tahrir di Libanon.<br />
Agustus 1984, 32 orang aktifis Hizib al-Tahrir di Mesir diajukan ke meja hijau dengan tuduhan merencanakan kudeta. Disebutkan orang-orang yang dituduh sebagai pemimpin kudeta ialah Ir. Abdulghani Jabir Sulaiman, Dr. Shalahuddin Muhammad Hasan (keduanya tinggal di Austria), seorang doktor elektro keturunan Palestina yang dijuluki Abu Lihyah dan &#8216;Alauddi Abdulwahhab Hajjaj.<br />
Tokoh Hizib al-Tahrir lainnya ialah Abdurrahman Maliki dari Suriah, salah seorang tokoh dewan pimpinan partai dan penulis buku al-&#8217;Uqubat.</p>
<p>PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA<br />
Dakwah mereka tergolong salah satu dari Jama&#8217;ah Islamiyah yang membawa pemikiran Ahlussunnah Wal Jama&#8217;ah tetapi banyak pemikirannya yg aneh.<br />
Tujuan mereka terfokus kepada penerapan kehidupan Islami dengan jalan terlebih dahulu menegakkan negara Islam di negara-negara Arab, kemudian di negara-negara Islam lainnya. Baru setelah itu tugas dakwah dilancarkan ke negara-negara bukan Islam malalui umat Islam yang sudah terbentuk.<br />
Ciri utama Hizib al-Tahrir ialah konsentrasinya yang sangat besar kepada aspek tsaqafah (keilmuan) dan menjadikannya sebagai landasan pembentukan pribadi Muslim dan umat Islam.<br />
Selain itu Hizib al-Tahrir juga berupaya keras mengembalikan kepercayaan terhadap Islam melalui aktifitas keilmuan di satu sisi dan melalui jalur politik di sisi lain. Hal itu terumuskan seperti berikut : 1. Melalui aktifitas tsaqafah dengan cara mendidik berjuta-juta manusia secara masal dengan tsaqafah dan ilmu-ilmu Islam. (Lihat, Mafahim al-Asasiyyah, hal. 87). 2. Melalui aktifitas politik mereka rumuskan dengan cara merekam dan menginventarisasi segala kejadian dan peristiwa. Kemudian dijadikannya pembicaraan yang mengacu kepada kebenaran pemikiran dan hukum-hukum Islam dalam rangka meraih keparcayaan massa. (Lihat Nida&#8217;al-Harr, Hal.96).<br />
Dalam mencapai tujuannya Hizib al-Tahrir berfilsafat, &#8220;manusia yang hidup di tengah-tengah masyarakat tertentu, pada hakikatnya berada di antara dua buah tembok yang kokoh; tembok aqidah dan pemikiran, dan tembok sistem yang mengatur hubungan serta cara hidup manusia. Jika ingin melakukn perubahan total terhadap anggota masyarakat, maka serangan harus dilancarkan kepada tembok luar (menyerang pola pikirnya). Tindakan ini akan menimbulkan konflik pemikiran yang akan melahirkan perubahan pemikiran secara mendasar. Kemudian disusul perubahan politik.&#8221;<br />
Dalam melakukan perubahan, Hizib al-Tahrir membagi langkahnaya menjadi tiga tahap, yaitu :<br />
1.	Tahap konflik (pertarungan) pemikiran, dengan cara melakukan lontaran-lontaran tsaqafah dan Hizb.<br />
2.	Tahap revolusi berfikir. Ini berlangsung dengan adanya interksi masyarakat melalui aktifitas tsaqafi siyasi.<br />
3.	Tahap mengambil alih kekuasan melalui gerakkan massa.<br />
Hizib al-Tahrir berpendapat, gerakannya dalam tahap ketiga harus meminta bantuan kepala negara, panglima militer, pimpinan satu jama&#8217;ah, ketua suku, duta besar atau semacamnaya.<br />
Dalam garis perjuangannya, Hizib al-Tahrir menentukan batas waktu 13 tahun sejak didirikannya. Artinya Hizib al-Tahrir harus sudah mencapai tampuk pemerintahan selambat-lambatnya 13 tahun. Kemudian batas waktu itu diperpanjang sampai tiga dasa warsa karena pertimbangan kondisi dan adanya tekanan yang bertubi-tubi. Tapi sekarang sudah 30 tahun lebih masih juga belum kelihatan tanda-tanda tercapainya tujuan menduduki pemerintahan yang telah digariskannya.<br />
Hizib al-Tahrir melalaikan aspek ruhani. Ruhani dipandang hanya sebagai ide. Hizib al-Tahrir berpendapat, &#8220;Di dalam diri manusia tidak ada gejolak ruhani dan kecenderungan jasadi. Di dalam diri manusia hanya ada kebutuhan dan instink yang harus dipenuhi. Apabila kebutuhan fisik dan instink ini terpenuhi oleh sistem dari Allah SWT, ia akan otomatis berjalan dengan ruh. Apabila kebutuhan tersebut dipenuhi dengan sistem yang bukan dari Allah SWT, berarti pemenuhannya bersifat materialistik. Ini jelas akan membawa penderitaan kepada manusia.&#8221;<br />
Tentang hambatan-hambatan yang dihadapi dalam menegakkan Islam, Syaikh Taqiyuddin Nabhani berpendapat, &#8220;Sekurang-kurangnya ada delapan 8 penghambat tegaknya Islam di negara-negara Islam, yaitu :<br />
1.	Adanya pemikiran-pemikiran yang tidak Islami yang menyerbu dunia Islam.<br />
2.	Berkembangnya program pendidikan yang berpola kolonial.<br />
3.	Berlanjutnya penerapan sistem pendidikan kolonialis.<br />
4.	Adanya sikap mendewakan sebagian ilmu pengetahuan dan kebudayaan dan menganggapnya sebagai ilmu universal.<br />
5.	Berkembangnya kehidupan masyarakat yang tidak Islami di dunia Islam.<br />
6.	Adanya kontradiksi antara kenyataan kehidupan umat Islam dengan hukum Islam, terutama dalam masalah politik pemerintahan dan ekonomi. Kontradiksi tersebut sangat berpengaruh sehingga menimbuilkan kelemahan pandangan kaum Muslimin terhadap kehidupan.<br />
7.	Adanya pemerintahan di negara-negara Islam yang menerapkan sistem demokrasi dan kapitalis secara utuh di tengah-tengah masyarakat.<br />
8.	Berkembangnya pendapat umum tentang kebangsaan, nasionalisme dan sosialisme.<br />
Hizib al-Tahrir melarang anggotanya percaya kepada siksa kubur dan munculnya Dajjal. Menurut mereka , orang yang mempercayainya dipandang sebagai pendosa.<br />
Tokoh-tokoh Hizib memandang tidak perlu adanya usaha amar ma&#8217;ruf nahi munkar. Menurut mereka, usaha tersebut pada saat ini merupakan salah satu kendala tahapan pergerakan. Sebab kewajiban tersebut merupakan slah satu tugas negara Islam, jika sudah berdiri.<br />
Dustur Hizib al-Tahrir terdiri atas 187 pasal yang dipersiapkan untuk sebuah negara Islam yang diperjuangkannya. UUD tersebut telah ditafsirkan secara rinci. Tetapi kenyataannya perjuangan tersebut tidak lebih dari pemborosan ide yang jauh dari kenyataan.</p>
<p>BEBERAPA CATATAN TENTANG HIZIB AL-TAHRIR<br />
a.	Masalah Dakwah<br />
1.	Perhatiannya bertumpu kepada aspek idiologis dan politis serta meremehkan aspek pendidikan dan keruhanian.<br />
2.	Anggota Hizib disibukkan Oleh berbagai diskusi dn perdebatan dengan aliran-aliran Islam lain.<br />
3.	Menempatkan akal secara berlebihan dalam membina kepribadian dan bahkan dalam aspek aqidah atau keyakinan.<br />
4.	Mengandalkan kekuatan luar dalam mencapai kekuasaan, melalui permintaan bantuan. Akibatnya tidak jarang muculnya kerumitan yang tak terdug sebelumnya.<br />
5.	Meninggalkan tugas amar ma&#8217;ruf nahi munkar untuk saat ini.<br />
6.	Tergambar baha cita-cita Hizib al-Tahrir adalah merebut kekuasaan.<br />
7.	Keterbatasan tujuan dan malah mempersempit tujuan-tijuan Islam.<br />
8.	Konsep pengambilalihan kekuasaan Hizib al-Tahrir (penambahan tsaqafah, interaksi dengan tsaqafah Hizib dan pengambilalihan kekuasaan) bertentangan dengan Sunatullah berupa ujian dakwah dan bertentangan dengan kenyataan bahwa dalam perjalanan dakwah selalu berhadapan dengan berbagai tantangan.<br />
9.	Bersikap bermusuhan terhadap semua sistem kendatipun mereka sendiri bergerak di lingkungna sistem tersebut. Inilah barangkali yang menyebabkan mereka terus-menerus dikejar dn ditangkap. Tidak mustahil sikap kerahasiaannya yang keterlaluan dan ambisinya yang besar untuk merebut kekuasaan menjadikan sistem-sistem yang ada ketakutan kepada Hizib dan mengambil sikap keras terhadapnya.<br />
b.	Masalah Fiqh<br />
Hizib telah mengeluarkan fatwa-fatwa dan menentukan hukum-hukum fiqh yang kontroversial bahkan terasa asing bagi tradisi fiqh dan rasa keislaman. Tetapi para pengikut dan anggotanya dianjurkan untuk mengamalkan, menyebarkan dan menjadikannya sebagai dasar perbuatan. Fatwa-fatwa itu antara lain :<br />
1.	Orang kafir diperbolehkan menjadi anggota Hizib dan wanita diperbolehkan menjadi anggota Majlis Syura.<br />
2.	Boleh memandang gambar-gambar porno.<br />
3.	Boleh berciuman dengan wanita asing (bukan isteri), baik disertai nafsu ataupun tidak. Demikian pula bersalaman antara laki-laki dengan wanita bukan isterinya.<br />
4.	Wanita diperbolehkan memakai cemara (wig) dan celana panjang. Jika seorang isteri tidak mentaati suaminya untuk berpakaian seperti itu, ia tidak termasuk wanita jalang.<br />
5.	Orang kafir diperbolehkan menjadi panglima di sebuah negara Islam.<br />
6.	Negara Islam diperbolehkan membayar jizyah (upeti) kepada negara kafir.<br />
7.	Diperbolehkan berperang di bawah bendera seorang agen negara kafir selama peperangan tersebut melawan orang kafir.<br />
8.	Seorang astronot muslim digugurkan dari kewajiban shalat.<br />
9.	Penduduk Kutub Utara dan Kutub Selatan digugurkan dari kewajiban shalat dan puasa.<br />
10.	Seorang laki-laki atau perempuan yang menikah dengan salah seorang muhrimnya harus dipenjara selama 10 tahun.<br />
11.	Lalu lintas air, termasuk Terusan Suez, adalah lalu lintas umum. Karena itu Hizib tidak membenarkan adanya larangan kendaraan air maupun yang akan melewatinya.<br />
12.	Mengendarai sarana angkutan (darat, laut dan udra) milik perusahaan asing diperbolehkan, sedangkan kalau sarana angkutan tersebut milik perusahaan (sarikah) seorang Muslim, maka haram mengendarainya, sebab kata Hizib, tidak memenuhi syarat ta&#8217;aqud.</p>
<p>FAKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA<br />
Tampak adanya pola pemikiran nasionalisme pada pendiri partai ini. Hal ini terlihat ketika ia menerbitkan sebuah buku berjudul Risalah Arab pada tahun 1950. Dalam buku ini dinyatakan keharusan adanya sekala prioritas menegakkan Daulah Islamiyah di negara-negara Arab terlebih dahulu dan kemudian di negara-negara Islam lainnya.<br />
Syaikh Taqiyuddin Nabhani pernah bersentuhan dengan Ikhwanul Muslimin Yordania. Di dalam pertemuan-pertemuan ia sering memberikan ceramah dan memuji-muji Ikhwan serta pendirinya, Imam Hasan Al-Banna. Tetapi tidak berapa lama ia mendirikan Hizib al-Tahrir dan dinyatakannya sebagai partai independen, baik dalam pendirian atau dalam pandangan-pandangannya.<br />
Orang-orang moderat banyak yang mendukung dakwah Hizib ini, antara lain Sayyid Quthb ketika berkunjung ke Quds pada tahun 1953. Dalam kunjungan tersebut dilakukan berbagai dialog dan ajakan menyatukan perjuangan. Tetapi Nabhani tetap pada sikapnya. Akhirnya Sayyid Quthb mengatakan, &#8220;Biarkan mereka. Mereka akan berhenti pada apa yang pernah dirintis Ikhwan.&#8221;</p>
<p>PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA<br />
Awal aktifitasnya terpusat di Yordania, Suriah dan Libanon. Kemudian berkembang ke berbagai negara Islam. Bahkan kini telah mencpai Eropa, terutama Austria dan Jerman Barat.<br />
Al-Hadharah adalah berita pekanan yang menyuarakan Hizib.<br />
Kegiatan Hizib di tingkat regional disebut Wilayah. Setiap wilayah organisasi dimpin Oleh lajnah khusus yang disebut Lajnah Wilayah. Anggotanya terdiri dari tiga sampai sepuluh orang. Lajnah Wilayah ini tunduk kepada Dewan Pimpinan Rahasia.</p>
<p>riyanthea_devi@yahoo.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemercik.wordpress.com/41/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemercik.wordpress.com/41/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemercik.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemercik.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemercik.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemercik.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemercik.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemercik.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemercik.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemercik.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemercik.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemercik.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemercik.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemercik.wordpress.com/41/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemercik.wordpress.com/41/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemercik.wordpress.com/41/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=41&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/hizib-al-tahrir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e1c9efbc11cb053cfbc474f374e6180?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gemercik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HUD-HUD YANG CERDAS</title>
		<link>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/hud-hud-yang-cerdas/</link>
		<comments>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/hud-hud-yang-cerdas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:23:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemercik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemercik.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Hud-hud, si burung kecil yang menjadi salah satu bala tentara Nabi sulaiman berinisiatif terbang ke negeri Saba, tanpa perintah Sulaiman. Selaku pemimpin, sulaiman tentu gusar atas kepergian Hud-Hud yang tidak diketahuinya. Ia bahkan mengancam akan memberi hukuman hukuman keras atas Hud-Hud karena sikapnya itu. Sulaiman kemudian berupaya menanyakan kemana gerangan Hud-Hud pergi. Tak lama, Hud-Hud [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=40&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hud-hud, si burung kecil yang menjadi salah satu bala tentara Nabi sulaiman berinisiatif terbang ke negeri Saba, tanpa perintah Sulaiman. Selaku pemimpin, sulaiman tentu gusar atas kepergian Hud-Hud yang tidak diketahuinya. Ia bahkan mengancam akan memberi hukuman hukuman keras atas Hud-Hud karena sikapnya itu. Sulaiman kemudian berupaya menanyakan kemana gerangan Hud-Hud pergi.<br />
<span id="more-40"></span><br />
Tak lama, Hud-Hud muncul. Sebagai atasan, Sulaiman melakukan mutaba’ah (pengecekan), kemana ia tidak nampak sejak tadi. Tapi Hud-Hud bukan tipe prajurit sembarangan, apalagi suka menyia-nyiakan amanah. Hud-Hud mungkin telah siap dengan segala alasan syar’i, alasan tandzimi (struktural) dan alasan minhaji (konsepsi). Secara syar’i, inisiatifnya untuk pergi meninggalkan Sulaiman sang komandan bukan untuk urusan maksiat. Secara struktural, ia mengamalkan sikap prajurit yang kreatif, mencari hal-hal yang bermanfaat bagi Sulaiman. Sedang secara minhaji, ia telah melakukan pengamatan tentang prilaku ratu Saba’ dan kaumnya yang bertentangan dengan misi aqidah Sulaiman.</p>
<p>Hud-hud memang prajurit yang cerdas. Ia sangat mengerti akan misinya menyebarkan dakwah tauhid kepada seluruh penduduk bumi. Bermula dari inisiatif Hud-Hud itu, di kemudian hari terjadi peristiwa besar. Ratu Saba tunduk dan mengikuti agama tauhid Sulaiman. Hud-Hud telah melakukan tugas dengan baik, serius dan keberaniannya menanggung resiko.<br />
Tiga hal yang dapat dipetik dari sikap Hud-Hud. Pertama, seorang Muslim harus memiliki inisiatif dan kreatifitas dengan menimbang kemaslahatan (manfaat) yang ada. Tak ada yang harus merasa kecil, karena Hud-Hud pun seekor burung kecil. Selama tidak keluar dari koridor Islam. Seorang muslim di tetap tuntut melakukan inisiatif dan kreatifitas, tanpa harus menunggu komando.<br />
Kedua, Seorang pemimpin, meski berwawasan luas, harus sadar bahwa tidak semua persoalan ia ketahui dengan baik. Sulaiman adalah seorang Nabi yang dikaruniai Alloh mampu memahami bahasa binatang dan jin, tapi toh ia tidak mengetahui keberadaan negeri Saba’ yang maish tenggelam dalam syirik kapada Alloh.<br />
Ketiga, sepintas yang dilakukan Hud-Hud adalah pekerjaan sepele, hanya menyaksikan sekelompok kaum yang menyembah matahari. Tapi Hud-Hud memiliki sudut pandang yang tajam. Ia mampu memandang fenomena itu dari sisi yang lain. Hud-Hud menyampaikan informasi yang diperolehnya dengan baik, argumantatif, dan meyakinkan kepada Nabi Sulaiman hingga akhirnya menyebabkan Ratu Saba’ beriman.<br />
Begitulah seharusnya seorang muslim. Boleh jadi, orang memandang suatu peristiwa biasa-biasa saja. Namun seorang muslim harus mampu menilai fenomena itu dari sisi yang berbeda, yang mampu memberinya sebuah ibroh (pelajaran) yang sangat bermanfaat bagi dirinya dan juga orang lain.</p>
<p>riyanthea_devi@yahoo.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemercik.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemercik.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemercik.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemercik.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemercik.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemercik.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemercik.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemercik.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemercik.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemercik.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemercik.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemercik.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemercik.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemercik.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemercik.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemercik.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=40&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/hud-hud-yang-cerdas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e1c9efbc11cb053cfbc474f374e6180?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gemercik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IDEALITAS FORMAT KEPEMIMPINAN NASIONAL MASA DEPAN</title>
		<link>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/idealitas-format-kepemimpinan-nasional-masa-depan/</link>
		<comments>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/idealitas-format-kepemimpinan-nasional-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:21:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemercik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemercik.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[riyanthea_devi@yahoo.com Hubungan social yang dilakukan oleh setiap anggota masyarakat merupakan sumber terjadinya konflik didalam masyarakat. Padahal masyarakat terdiri dari sejumlah besar hubungan social. Masyarakat tidak akan ada bila tidak ada hubungan social. Didalam menghadapi tantangan untuk memelihara serta mengembangkan kehidupannya, maka manusia senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Pada mulanya manusia menyatakan pembagian kerja yang mencakup diferensiasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=39&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>riyanthea_devi@yahoo.com</p>
<p>Hubungan social yang dilakukan oleh setiap anggota masyarakat merupakan sumber terjadinya konflik didalam masyarakat. Padahal masyarakat terdiri dari sejumlah besar hubungan social. Masyarakat tidak akan ada bila tidak ada hubungan social. Didalam menghadapi tantangan untuk memelihara serta mengembangkan kehidupannya, maka manusia senantiasa melakukan kegiatan-kegiatan tertentu. Pada mulanya manusia menyatakan pembagian kerja yang mencakup diferensiasi kegiatan-kegiatan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dalam kondisi-kondisi social tertentu. Manusia cenderung untuk senantiasa mengembangkan aspek-aspek kehidupannya sampai mencapai suatu derajat keharusan atau kompleksitas tertentu. Sehubungan dengan sifat-sifat pribadi sebagai sebab terjadinya konflik.<br />
<span id="more-39"></span>Nasib setiap pemimpin dalam hal tertentu tergantung dari apa yang dikatakan atau digunjingkan orang-orang lain mengenai diri pemimpin itu. Dalam posisi apa saja bila ia berdiri sebagai kepala dari sesuatu maka pendapat umum (public opinion) dapat membangun atau menghancurkannya.<br />
Kehidupan seorang pemimpin selalu “gerak” dan tidak “tenang”. Memang tidak salah kalau kita memilih kehidupan yang lebih tenang, tetapi kiranya akan merupakan ancaman yang serius terhadap “kebahagiaan hidup” seseorang, bila orang itu berada dalam dua keinginan, kadang-kadang menghendaki posisi kepemimpinan, tetapi dalam waktu bersamaan menginginkan suatu kehidupan yang tenang.<br />
Sebagai akidah dan syari’ah, Islam berdasar pada wahyu yang diturunkan Allah SWT dalam Kitab-Nya dan berdasarkan penjelasan Rasulullah saw atau sunnah beliau. Dengan demikian, benar atau salahnya akidah Imamah(pemimpin) itu harus berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah.</p>
<p>Kepemimpinan adalah kemampuan memperoleh consensus dan keikatan pada sasaran bersama melampaui syarat-syarat organisasi, yang dicapai dengan pengalama, sumbangan, dan kepuasan dipihak kelompok kerja. Menurut Syekh Abu Zahrah, Imamah (pemimpin) itu juga disebut Khilafah. Sebab orang yang menjadi khalifah adalah penguasa tertinggi bagi umat Islam yang menggantikan Nabi saw. Khalifah itu juga disebut imam sebab para khalifah adalah pemimpin (imam) yang yang wajib ditaati. “Sesungguhnya pemimpin kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka ruku’(kepada Allah)” (al-Maa’idah:55). Seseorang yang akan menangani urusan umat Islam harus memiliki kemampuan khusus sehingga ia mampu mewujudkan keamanan dan kesejahteraan umat Islam secara sempurna. Dengan memperhatikan strategi-strategi dan pola-pola kepemimpinan, yang harus coba dibangun untuk mewujudkan segala sesuatu yang akan menjaga kemaslahatan umat Islam, seperti :<br />
1.	Strategi kerjasama<br />
Strategi ini sangatlah penting ,karena antara yang memimpin dan yang dipimpin haruslah ada suatu kerjasama yang baik agar dapat mencapai satu tujuan. Dan dikarenakan berurusan dengan dengan orang-orang yang layak yang pada dasarnya mempunyai kehendak yang berbeda-beda, walaupun mungkin mereka mempunyai pendirian yang sangat kuat untuk mempertahankan kehendaknya tersebut. Oleh karena itu sangatlah diperlukan strategi kerjasama ini dengan melakukan hubungan dan membangun komunikasi secara intens, baik dengan cara berunding,saling mengisi kekurangan dan saling memajukan orang lain.<br />
2.	Strategi Penyesuaian<br />
Walaupun taktik kerjasama lebih baik, tetapi sering keadaan menghendaki kita menyesuaikan pandangan kita dengan pandangan orang lain. Tetapi penyesuaian bukanlah kompromi.<br />
3.	Strategi Tegas<br />
Pertahanan yang paling baik sering sesuatu serangan yang efektif untuk mempertahankan harga diri anda untuk mendapat rasa hormat dari pihak lain, dan untuk melindungi hubungan,kadang-kadang perlu untuk bertindak tegas.<br />
4.	Strategi Bertahan<br />
Taktik untuk mengatasi suasana yang buruk. Kalau orang marah, kadang-kadang semuanya salah langkah, dan kegagalan merupakan bagian dari kehidupan. Jika hal-hal yang tidak menyenangkan itu terjadi maka harus mempunyai berbagai taktik untuk meredakan keadaan, melindungi diri sendiri, dan memelihara hubungan.<br />
Ketika melihat pola kepemimpinan, maka ada yang produktif dan tidak produktif.<br />
•	Pola kepemimpinan yang produktif<br />
Walaupun pemimpin yang mengarahkan sering dikacaukan dengan pengeksploatir, kebaikannya biasanya lebih banyak dari pada kekurangannya. Dalam dunia yang ideal, pola kerjasama adalah yang paling baik. Komunikasi mengalir dengan bebas dan asli. Partisipasi dalam pengambilan keputusan merupakan norma. Ancangan secara kolega, bisa berjalan dengan baik bila suatu kelompok terdiri dari para ahli yang sangat cakap, yang sama-sama dibutuhkan oleh pemimpin adalah sebagai katalisator, integrator, pembentuk kelompok, juru penengah. Keahlian, kecakapan yang diakui, dan kebanggaan dari masing-masing anggota kelompok mengurusi masalah motivasi dan prestasi.<br />
•	Pola kepemimpinan tidak produktif<br />
Pemimpin yang tidak demokratis, mereka membuang-buang sumber daya pribadi tanpa berusaha agar kerja dilaksanakan secara effektif. Mau menolong memang kadang-kadang perlu, tetapi bila menjadi pola yang umum, bisa merosot menjadi kompromi, keadaan yang layak, dan non intervensi. Bapakisme pada dasarnya merupakan manipulasi emosional, yang membiarkan orang bergantung dan diikat dengan kesetiaan pribadi, kadang-kadang merugikan organisasi. Akhirnya, ancangan birokratis merusak diri karena menganggap orang robot belaka, bukan manusia yang berfikir dan mempunyai perasaan.<br />
Melihat keadaan dewasa ini, dapat dikatakan, bahwa perkembangan komunikasi, ilmu pengetahuan, dan tekhnologi yang pesat,menyebabkan adanya satu masyarakat dunia. Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa ada satu system social yang mencakup seluruh dunia. Disinilah sangat pentingnya peranan seorang pemimpin, karena tidaklah mungkin masyarakat yang begitu heterogen dapat hidup bersama tanpa ada pemimpin yang menjadi uswatun hasanah dan dapat ditaati. Sesuai dengan firman Allah SWT  yang artinya “ Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah(Al Qur’an)dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian . yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya”.  (Q.S. An Nisa: 59)<br />
Sebagai umat Islam, yang bahwasannya  telah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT dan meyakini Kitab Nya (Al-Qur’an) sebagai pedoman hidup yang mengatur semua aspek kehidupan yang ada di dunia maupun kehidupan nantinya di akhirat. Termasuk dalam mentaati para pemimpinnya. Aturan-aturan yang sesuai dengan syariat Islam</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA<br />
Departemen Agama RI, Al-‘Aliyy Al-Qur’anul Karim dan terjemahnya.<br />
Cribbin James.J, Kerpemimpinan Strategi Mengefektifkan organisasi, PT. Pustaka Binaman, Jakarta : 1985.<br />
Soekanto Soerjono, Beberapa Teori Sosiologi  tentang Struktur Masyarakat. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta : 1993<br />
Casson Herbert N, Bagaimana Seharusnya Jadi Pemimpin. PT. Al-Ma’arif. Bandung :1983<br />
As-Salus Ali, Imamah dan Khilafah dalam Tinjauan Syar’i. Gema Insan Press. Jakarta : 1997.<br />
Al-Umari Akram Dia. Masyarakat Mandinah pada Masa Rasulullah. Media Dakwah. Jakarta : 1994<br />
Abdullah Taufik, Agama Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi. LP3ES. Jakarta : 1979<br />
Rauf Maswadi, Konsensus dan Konflik Politik; Sebuah Penjajagan Teoritis.  Direktorak Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Jakarta : 2001<br />
Syari’ati Ali, Membangun Masa Depan Islam. Mizan. Bandung : 1994<br />
Nasution Harun, Pembaharuan Dalam Islam. Bulan Bintang. Jakarta : 1975</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemercik.wordpress.com/39/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemercik.wordpress.com/39/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemercik.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemercik.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemercik.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemercik.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemercik.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemercik.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemercik.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemercik.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemercik.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemercik.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemercik.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemercik.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemercik.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemercik.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=39&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/idealitas-format-kepemimpinan-nasional-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e1c9efbc11cb053cfbc474f374e6180?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gemercik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ihhh…&#8230;SerEM</title>
		<link>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/ihhh%e2%80%a6serem/</link>
		<comments>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/ihhh%e2%80%a6serem/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemercik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemercik.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Dedi Kartaji Dunia lain…………. Uka-Uka…………&#8230; Gentayangan……… Pemburu hantu………. (ih….. serem) Istilah-istilah ini mungkin bukan hal yang asing buat kamu. Tepat!, itu adalah nama-nama acara televisi yang berbau mistik (sampah kali bau).Sstst….. konon nih, acara-acara kayak gitu (juga yang satu sodare) memiliki rating tinggi pada hasil survey acara yang paling banyak di tonton pemirsa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=38&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Dedi Kartaji</p>
<p>Dunia lain………….  Uka-Uka…………&#8230;<br />
Gentayangan………  Pemburu hantu……….<br />
(ih….. serem)<br />
<span id="more-38"></span><br />
Istilah-istilah ini mungkin bukan hal yang asing buat kamu. Tepat!, itu adalah nama-nama acara televisi yang berbau mistik (sampah kali bau).Sstst….. konon nih, acara-acara kayak gitu (juga yang satu sodare) memiliki rating tinggi pada hasil survey acara yang paling banyak di tonton pemirsa di Indonesia. Dan hal inilah yang menjadi alasan stasiun TV “keukeuh” tetap menayangkannya. Kenapa? (lho kok nanya…?) Karena makin tinggi ratingnya maka makin mahal biaya iklan yang nyelip bersamanya. Sehingga keuntungan perusahaan TV tentunya besar.<br />
Tapi dibalik itu semua kita tidak bisa memungkiri akibat-akibat jelek yang ditimbulkannya. Yang paling parah tuh selain membuat perasaan takut adik-adik kita kata pak ustadz “Ngrusak Aqidah”. (betul nggak coy?!!) Banyak orang yang jadinya percaya jin, syetan, pocong, sundel bolong dan sebangsanya bisa ngasih manfaat dan dan melukai manusia. Padahal tidak ada satupun ayat di alquran yang menyebutkan mereka mampu melukai manusia, yang ada justru manusia adalah makhluk terbaik dan mulia di banding mereka.Dan yang mampu memberikan manfaat dan mudharat itu hanya Allah swt.<br />
And then, mereka akhirnya meminta para dukun yang yang katanya kiayi ngusir makhluk-makhluk itu. Mereka lupa satu-satunya yang berhak di mintai pertolongan hanya Allah.Only one. Nah perbuatan-perbutan inilah yang disebut pak ustadz dengan perbuatan syirik atau menyekutukan Allah. Perbuatan dosa besar yang tak bisa diampuni oleh Allah swt.<br />
“SesungguhnyaAllah tidak mengampuni dosa syirik dan akan mengampuni dosa selain itu bagi yang Dia kehendaki. Barang siapa yang menyekutukan Allah, maka sungguh ia telah melakukan dosa yang sangat besar.” (QS. Annisa: 48)<br />
Emang sih sekilas kita lihat mereka pake ayat-ayat al quran segala. Tapi Rosulullah Muhammad saw aja yang paling paham terhadap alquran dan agama Islam nggak pernah tuh melakukan itu semua. Itu hanya buatan paranormal dan konco-konconya yang menyimpangkan tujuan al Quran yang sesungguhnya<br />
Nah sekarang kita tinggal pilih mau ikut Rosulullah atau ikut mereka. Udah barang pasti ikut Muhammad saw dong,<br />
“Telah ada pada diri Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu”<br />
(QS.Al ahzab :21)<br />
“Barang siapa yang melakukan perbuatan yang tidak pernah aku perintahkan, maka perbuatan itu tertolak (bid’ah)”(HR.Muslim)<br />
Eit… Ntar dulu. Nggak cukup dengan membuat kesimpulan acara-acara itu jelek dan merusak aqidah. Harus ada langkah nyata (Apaan tuh..?). Kita boikot sama-sama, jangan di tonton lagi. Karena kalau kita bilang acara itu merusak aqidah terus masih kita tonton apabedanya dengan orang-orang yang mendukung acara itu dan mereka menontonnya. Tentu kita nggak mau dong di sebut sebagai orang munafik.<br />
So, tunggu apalah lagi. Bulatkan tekad luruskan niat. Satukan barisan. BOIKOT !!!</p>
<p>Wallahu ’alam bishshowab</p>
<p>riyanthea_devi@yahoo.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemercik.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemercik.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemercik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemercik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemercik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemercik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemercik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemercik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemercik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemercik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemercik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemercik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemercik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemercik.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemercik.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemercik.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=38&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/ihhh%e2%80%a6serem/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e1c9efbc11cb053cfbc474f374e6180?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gemercik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>AL-IKHWAN AL-MUSLIMIN</title>
		<link>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/al-ikhwan-al-muslimin/</link>
		<comments>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/al-ikhwan-al-muslimin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:13:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemercik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemercik.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[TA&#8217;RIF Al-Ikhwan al-Muslimun adalah sebuah gerakan Islam terbesar di zaman modern ini. Seruannya ialah kembali kepada Islam sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah serta mengajak kepada penerapan syari&#8217;at Islam dalam kehidupan nyata. Dengan tegar gerakan ini telah mampu membendung arus sekularisasi di dunia Arab dan Islam. SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA Pendirinya adalah Syaikh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=37&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TA&#8217;RIF</p>
<p>Al-Ikhwan al-Muslimun adalah sebuah gerakan Islam terbesar di zaman modern ini. Seruannya ialah kembali kepada Islam sebagaimana yang termaktub di dalam Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah serta mengajak kepada penerapan syari&#8217;at Islam dalam kehidupan nyata. Dengan tegar gerakan ini telah mampu membendung arus sekularisasi di dunia Arab dan Islam.</p>
<p><span id="more-37"></span></p>
<p>SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA</p>
<p>Pendirinya adalah Syaikh Hasan al-Banna (1324 &#8211; 1368 H/1906 &#8211; 1949 M). Lahir di sebuah kampung di kawasan Buhairah, Mesir. Ia tumbuh di dalam lingkungan yang taat beragama, yang menerapkan Islam secara nyata dalam seluruh aspek kehidupannya.  Di samping belajar agama di rumah dan di masjid, ia belajar pada sekolah pemerintah. Kemudian melanjutkan pelajarannya ke Dar al-&#8217;Ulum, Kairo dan tamat pada tahun 1927.  Setelah tamat dari Dar al-&#8217;Ulum, ia menjadi guru pada sebuah sekolah dasar di Isma&#8217;iliyyah. Dari Isma&#8217;iliyyah inilah ia memulai aktivits keagamaannya di tengah-tengah masyarakat, terutama di warung-warung kopi di hadapan para karyawan Proyek Terusan Suez.  Dzul Qa&#8217;idah 1327 H/April 1928 M adalah bulan didirikannya cikal bakal gerakan Al-Ikhwan al-Muslimun.  Tahun 1932 Hasan al-Banna pindah ke Kairo. Bersama itu pula gerakannya berpindah dari Isma&#8217;iliyyah ke Kairo.  Tahun 1352 H/1933 M beliau menerbitkan sebuah berita pekanan Ikhwan yang dipimpin oleh Ustadz Muhibuddin Khatib (1303 &#8211; 1389 H/1886 &#8211; 1969 M). Kemudian tahun 1357 H/1938 M terbit majalah al-Nadzir. Lalu menyusul al-Syihab, tahun 1367 H/1947 M. Seterusnya majalah dan berita-berita Ikhwan terbit secara teratur.  Pada awal berdirinya, tahun 1941 M, gerakan Ikhwan hanya beranggotakan 100 orang, hasil pilihan langsung ustadz Hasan al-Banna sendiri.  Tahun 1948 Ikhwan turut serta dalam perang Palestina. Mereka masuk dalam angkatan perang khusus. Peristiwa ini telah direkam secara rinci oleh ustadz Kamil Syarif dalam bukunya &#8216;Al-Ikhwan al-Muslimun fi Harbi Falasthin.  Pada tanggal 8 Nopember 1948, Muhammad Fahmi Nagrasyi, perdana menteri Mesir waktu itu, membekukan gerakan Ikhwan dan menyita harta kekayaannya serta menangkap tokoh-tokohnya.  Desember 1948, Naqrasyi diculik. Orang-orang Ikhwan dituduh sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan tersebut. Ketika jenazah Naqrasyi di usung, pendukung-pendukungnya berteriak-teriak, &#8220;Kepala Naqrasyi harus dibayar dengan kepala Hasan al-Banna.&#8221; Dan pada tanggal 12 Pebruari 1949 Hasan al-Banna terbunuh oleh pembunuh misterius.  Tahun 1950 berdasarkan keputusan Dewan Tertinggi Negara, Ikhwan direhabilitasi. Ketika itu Mesir diperintah oleh kabinet al-Nuhas. Dewan tersebut juga memutuskan bahwa pembekuan Ikhwan selain tidak sah, juga inkonstitusional.  Tahun 1950 ustadz Hasan al-Hudhaibi (1306 -1393 H/1891 &#8211; 1973 M), terpilih menjadi Mursyid &#8216;Al-Mahdi Al-Ikhwan al-Muslimun. Ia adalah salah seorang tokoh kehakiman Mesir. Ia juga berkali-kali ditangkap. Tahun 1954, ia divonis hukuman mati, tetapi kemudian diringankan menjadi seumur hidup. Tahun 1971 ia dibebaskan terakhir kalinya.  Oktober 1951 konflik antara Mesir dn Inggris semakin memuncak. Ikhwan melancarkan perang urat saraf melawan Inggris di Terusan suez. Peristiwa ini telah direkam oleh Kamil Syarif dalam bukunya &#8216;Al-Muqawamat al-Sirriyyah fi Qanat Suwes.  Tanggal 23 Juli 1952, pasukan Mesir di bawah pimpinan Muhammad Najib, bekerja sama dengan Ikhwan melancarkan Revolusi Juli. Tetapi kemudian Ikhwan menolak kerja sama dalam pemerintahan, karena mereka mempunyai pendapat dan pandangan yang jelas tentang metode revolusi. Jamal Abdunnashr menganggap penolakan tersebut sebagai penolakan terhadap mandat revolusi. Kemudian kedua belah pihak terlibat serangkaian konflik dan permusuhan yang semakin hari semakin tajam. Akibatnya, tahun 1954, pihak pemerintah melakukan penangkapan besar-besaran terhadap anggota Ikhwan dan beribu-ribu orang dijebloskan ke dalam penjara. Alasan pemerintah, karena orang Ikhwan telah berupaya memusuhi dan mengancam kehidupan Jamal Abdunnashr di lapangan Mansyiyyah, Iskandariyyah. Bahkan pemerintah Mesir telah menghukum mati 6 anggota Ikhwan.  1.	Abdulqadir Audah  2.	Muhammad Farghali  3.	Yusuf Thal&#8217;at  4.	Handawi Duwair  5.	Ibrahim Thayyib  6.	Muhammad Abdullathif  Tahun 1965 &#8211; 1966 bentrokan antara Ikhwan dan pemerintah Mesir terulang kembali untuk kedua kalinya. Pemerintah kembali melakukan penangkapan besar-besaran, melakukan penyiksaan serta memenjarakan anggota Ikhwan. Bahkan tiga orang di antarannya telah dihukum gantung, yaitu :  1.	Sayyid Quthb (1324 &#8211; 1387 H/1906 &#8211; 1966 M). Ia termasuk pemikir Ikhwan nomor dua setelah Hasan al-Banna. Dan termasuk salah seorang tokoh Islam di zaman modern ini. Ditangkap tahun 1954 M dan disekap di dalam penjara selama 10 tahun. Tahun 1964 ia dikeluarkan dari penjara atas desakan presiden Irak, Abdussalam Arif. Namun tak lama kemudian ia diculik kembali untuk menghadapi hukuman mati.  2.	Yusuf Hawasi  3.	Abdulfattah Isma&#8217;il  Sejak itu Ikhwan bergerak secara rahasia sampai Jamal Abdunnashr meninggal dunia 28 September 1970.  Ketika Anwar Sadat berkuasa, orang-orang Ikhwan mulai di lepas secara bertahap.  Sepeninggal Hudhaibi, Umar Tilmisani (1904?1986 M) terpilih menjadi Mursyid. Di bawah pimpionannya Ikhwan menuntut hak-hak jama&#8217;ah secara utuh dan mengembalikan hak milik jama&#8217;ah yang dibekukan oleh Jamal Abdunnashr. Tilmisani menempuh jalan tidak konfrontatif dengan penguasa dan berkali-kali beliau menyerukan, &#8220;Bergeraklah dengan bijak dan hindarilah kekerasan dan extremisme.&#8221;  Di luar Mesir banyak tikoh-tokoh Ikhwan yang muncul, antara lain :  1.	Syaikh Muhammad Mahmud Shawwaf, pendiri dan pengawas umum Ikhwan di Irak.  2.	Dr. Mushthafa al-Siba&#8217;i, pengawas umum pertama Ikhwan di Suriah.  3.	Gerakan Ikhwan di Yordania berdiri tanggal 13 Ramadhan 1364 H. pemimpin pertanya ialah Syaikh Abdullathif Abu Qurrah.</p>
<p>PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA</p>
<p>Pemahaman Ikhwan terhadap Islam bersifat universal, tidak mengenal adanya pemisahan antara satu aspek dengan aspek lainnya.  Kaitanya dengan dakwah Ikhwan, Syaikh Hasan al-Banna mengatakan, &#8220;Gerakan Ikhwan adalah dakwah salafiyah, thariqah sunniyah, haqiqah shufiyyah, lembaga politik, klub olah raga, lembaga ilmiah dan kebudayaan, perserikatan ekonomi dan pemikiran sosial.&#8221;  Selanjutnya Syaikh Hasan al-Banna mengatakan bahwa ciri gerakan Ikhwan dalah:  1.	Jauh dari sumber pertentangan.  2.	Jauh dari pengaruh riya dan kesombongan.  3.	Jauh dari partai politik dan lembaga-lembaga politik.  4.	Memperhatikan kaderisasi dan bertahap dalam melangkah.  5.	Lebih mengutamakan aspek aspek amaliyah produktif dari pada propaganda dan reklame.  6.	Memberi perhatian sangat serius kepada para pemuda.  7.	Cepat tersebar di kampung-kampung dan dikota-kota.   Selain itu Syaikh menyebutkan karakteristik Ikhwan sebagai berikut :  1.	Gerakan Ikhwan adalah gerakan Rabbaniyyah. Sebab azas yang menjadi poros sasarannya ialah mendekatkan manusia kepada Rabb-nya.  2.	Gerakan Ikhwan bersifat &#8216;alamiyah (Internasional). Sebab arah gerakan ditujukan kepada semua umat manusia.  3.	Gerakan Ikhwan bersifat Islami. Sebab orientasi dan nisbatnya hanya kepada Islam.  Selain itu juga Syaikh menetapkan tingkatan amal yang merupakan konsekuensi logis setiap anggota, yaitu :  1.	Memperbaiki diri, sehingga menjadi pribadi yang kuat fisik, teguh dlam berakhlak, luas dalam berfikir, mampu mencari nafkah, lurus berakidah dan benar dalam beribadah.  2.	Membentuk rumah tangga islami.  3.	Memotifasi masyarakat untuk menyebarkan kebaikan, memerangi kemungkaran dan kerusakan.  4.	Memerdekakan negara dengan membersihkan rakyatnyas dari berbagai bentuk kekuasaan asing kuffar di bidang poplitik, ekonomi ataupun mental spiritual.  5.	Memperbaiki pemerintahan sehingga benar-benar menjadi pemerintahan yang islami.  6.	Mengembalikan eksistensi negara-negara Islam dengan memerdekakan negerinya dan menghidupkan kembali keagungannya.  7.	Menjadi guru dunia dengan menyebarkan Islam ke tengah-tengah umat manusia, sehingga tidak ada fitnah lagi dan Dien hanya benar-benar milik Allah.  &#8220;Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan Nur (Dien)-Nya.&#8221; (Q.S. at-Taubah :32).  Tentang tahapan dakwah Hasan al-Banna membaginya menjadi tiga tahap :  1.	Tahap pengenalan.  2.	Tahap pembentukan.  3.	Tahap pelaksanakan.  Dalam Risalah Ta&#8217;alim, Hasan al-Banna berkata, &#8220;Rukun Bai&#8217;at kita ada sepuluh. Karena itu hafallah baik-baik. Yaitu: Faham, Ikhlas, Amal, Jihad, Berkorban, Tetap pada pendirian, Tulus, Ukhuwah dan percaya diri.&#8221; Kemudian beliau berkata, &#8220;Wahai saudaraku yang sejati! Ini merupakan garis besar dakwah Anda. Anda dapat menyimpulkan prinsip-prinsip tersebut menjadi lima kalimat berikut :  1.	Allah tujuan kami.  2.	Rasulullah SAW. teladan kami.  3.	Al-Qur&#8217;an dustur kami.  4.	Jihad jalan kami.  5.	Mati shahid cita-cita kami yang tertinggi.  Ciri-cirinya dapat disimpulkan menjadi lima kata, yaitu : sederhana, membaca Al-Qur&#8217;an, shalat, sikap kesatria dan akhlaq.&#8221;  Ustadz Sayyid Quthb, dalam bukunya Khashaish al-Tashawwur al-Islami wa Muqawwimatuhu, memberikan gambaran tentang pemahamannya dan pemahaman Ikhwan. Karakteristik konsep Islam itu berazaskan kepada :  1.	Rabbaniyyah  2.	Tetap  3.	Seimbang  4.	Positif  5.	Realistik  6.	Tauhid.  Setiap karakteristik diberi penjelasan tersendiri secara gamblang dan luas.  Lambang Al-Ikhwan al-Muslimun adalah dua bilah pedang menyilang melingkari Al-Qur&#8217;an, ayat Al-Qur&#8217;an)(æÇÚÏæÇ ) dan tiga kata: haq(kebenaran), quwwah(kekuatan) dan hurriyyah(kemerdekaan).</p>
<p>AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDIOLOGINYA</p>
<p>Al-Ikhwan al-Muslimun telah mengadopsi dakwah salafiyyah menjadi gerakan dakwahnya. Ia menekankan kepada pentingnya penelitian dan pembahasan terhadap dalil serta pentingnya kembali kepada Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah dan membersihkan diri dari segala bentuk kemusrikan untuk mencapai kesempournaan tauhid.  Dakwah Ikhwan banyak dipengaruhi oleh Syaikh Abdulwahhab, Sanusiyyah dan Rasyid Ridha. Pada umumnya dakwah tersebut merupakan kelanjutan dari Madrasah Ibnu Taimiyyah (wafat 702 H/1328 M), yang juga merupakan kelanjutan Madrasah Imam Ahmad bin Hambal.  Ikhwan merupakan tashawwuf sebagai sarana pendidikan dan peningkatan jiwa seperti pernah dilakukan para ahli tashawwuf terdahulu yang aqidahnya benar dan jauh dri segala bentuk bid&#8217;ah, khurafat, menghina diri dan sifat negatif.  Hasan al-Banna merangkum semua pemahaman tersebut dalam dakwahnya. Ditambah pula dengan konsepsi-konsepsi yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan lingkungan. Sehingga dakwahnya mampu menghadapi berbagai arus yang melanda Mesir dan kawasan lain.</p>
<p>PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA</p>
<p>Gerakan Ikhwan dimulai di Isma&#8217;iliyyah kemudian beralih ke Kairo. Dari Kairo tersebar ke berbagai pelosok dan kota do Mesir. Akhir tahun 40-an, cabang Ikhwan di Mesir sudah mencap[Aisyah 3000. Tiap cabang memiliki anggota yang cukup banyak.  Gerakan tersebut kemudian meluas ke negara-negara Arab. Ia berdiri kukuh di Suriah, Palestina, Yordania, libanon, Irak, Yaman dan lain-lain. Dewasa ini anggota dan simpatisannya tersebar di berbagai penjuru dunia.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemercik.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemercik.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemercik.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemercik.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemercik.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemercik.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemercik.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemercik.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemercik.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemercik.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemercik.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemercik.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemercik.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemercik.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemercik.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemercik.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=37&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/al-ikhwan-al-muslimin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e1c9efbc11cb053cfbc474f374e6180?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gemercik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>IMAN KEPADA ALLAH</title>
		<link>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/iman-kepada-allah/</link>
		<comments>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/iman-kepada-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:08:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemercik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemercik.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Iman kepada Allah, artinya meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah adalah Rabb (pemelihara, pengatur), pemilik dan pencipta segala sesuatu, dan bahwa hanya Dialah yang berhak untuk diesakan dengan ibadah, berupa sholat, puasa, doa, harap, takut, kerendahan dan suci dari segala sifat kekurangan. Iman kepada Allah mencakup pengesaan dalam 3 hal*: 1. Rububiyyah 2. Uluhiyyah 3. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=36&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iman kepada Allah, artinya meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah adalah Rabb (pemelihara, pengatur), pemilik dan pencipta segala sesuatu, dan bahwa hanya Dialah yang berhak untuk diesakan dengan ibadah, berupa sholat, puasa, doa, harap, takut, kerendahan dan suci dari segala sifat kekurangan.<br />
<span id="more-36"></span><br />
Iman kepada Allah mencakup pengesaan dalam 3 hal*:<br />
1.	Rububiyyah<br />
2.	Uluhiyyah<br />
3.	Al asma wash-shifat</p>
<p>*Dalam madarijus salikin, sebagian ulama mengklasifikasikan ketiga tauhid tersebut menjadi 2, yaitu at- tauhid fil ‘ilmi wal I tiqad (tauhid dalam ilmu dan keyakinan)yaitu tauhid rububiyyah dan asma wash-shifat. Kedua at tauhid fil iradati wal qashd (tauhid dalam keinginan dan tujuan) yakni taudid uluhiyyah . (Syarh al aqidah ath-thahawiyyah hal.88, Fathul majid hal 15, Syarhu qashidati ibnil qoyyim juz II hal.259 dan Thariqul itiqod hal.3</p>
<p>TAUHID RUBUBIYYAH</p>
<p>Kata Rububiyyah berasal dari kata Rabb yang menurut bahasa bermakna pemilik yang mengatur.</p>
<p>Maknanya adalah meyakini dengan mantap bahwa Allah Adalah Rabb segala sesuatu dan tiada Rabb selain Dia.<br />
Dalil : 	QS. Al A’raaf , 7 :54 	(dalam konteks kepunyaan makhluk dan segala urusan)<br />
QS. Al Fatihah, 1 :2 (dalam konteks memuji)<br />
QS. Al an’aam, 6 : 71 (dalam konteks tawakal)<br />
QS. Al an’aam, 6 : 162 (dalam konteks tujuan)<br />
QS. Al an’aam, 6 :14 (dalam konteks pemimpin)<br />
QS. Al A’raaf , 7 : 54-55 (dalam konteks doa)<br />
QS. Yaasiin, 36:22 (dalam konteks ibadah)<br />
QS. Al Baqarah, 2: 21-22 (dalam konteks ibadah)<br />
QS. Al Qaaf, 50: 16 (Allah Maha Dekat)</p>
<p>Tauhid rububiyyah adalah pondasi bagi tauhid lainnya. Sebab Pencipta, pemilik dan pengatur adalah satu-satunya yang layak untuk di tuju dengan ibadah kekhusyuan, dzikir, doa, takut, harap dan lain-lain. Seluruh bentuk ibadah tidak syah dipersembahkan selain kepada Dzat yangbmemiliki penciptaan dan segala urusan.**</p>
<p>** tafsir Ath-Thabari juz 5 hal.395; Syarhu fiqhil-Akbar, Mala Al-Qari, hal.9</p>
<p>Sesungguhnya pencipta , pemilik, pengatur, Dia itulah satu-satunya yang layak memiliki sifat-sifat kemuliaan, keindahan dan kesempurnaan. Karena tidak dimiliki kecuali oleh Tuhan semesta alam. Mustahil kepengaturan dan kekuasaan di sandang oleh yang tidak hidup, tidak mendengar, tidak melihat, tidak berkuasa, tidak berbicara, tidak berkuasa melakukan apa yang ia inginkan, dan tidak bijaksana dalan ucapan dan perbuatan.***</p>
<p>*** Fathul Majid, hal 13</p>
<p>Orang yang hanya memiliki tauhid Rububiyyah dan tidak memiliki Tauhid Uluhiyyah dan Asma washifat  tidaklah mengeluarkan dari kawasan kufur menuju kawasan iman. Allah swt telah mengisahkan bahwa orang-orang musyrik mengakui bahwasannya Allah adalah pencipta segala sesuatu. Namun demikian mereka tetap saja musyrik.****<br />
****Syarh Al Aqidah Ath- Thahawiyyah, hal.79<br />
Dalil : 	QS. Yusuf 12:106****<br />
Tafsir Ath thabari Juz 16 hal.287 : Mujahid menjelaskan ayat diatas, “Keimanan mereka kepada Allah hanyalah dalam bentuk perkataan ‘Allah menciptakan kami, memberi rizki kepada kami, dan menghidupkan kami’. Itulah keimanan mereka sambil mereka menyekutukan Allah dengan yang lain dalam hal ibadah.<br />
Tafsir Ibnu Katsir juz 2 hal.494 : Sekelompok salaf mengatakan, “Anda bertanya kepada mereka, siapa yang telah menciptakan langi dan bumi? Mereka menjawab, Allah. Namun demikian mereka beribadah kepada selain Allah. (QS. Az-Zukhruf, 43:87) (QS.Yunus, 10:31)</p>
<p>Jadi demikianlah. Tidak setiap orang yang mengakui bahwa Allah swt adalah Rabb segala sesuatu otomatis mentauhidkan Allah dalam hal Uluhiyyah dan Asma wash-shifat (Nama-nama dan sifat Allah).*****<br />
*****Fathul Majid, hal.17<br />
Syarhu Fiqhil Akbar oleh Mala Al Qari, hal 9</p>
<p>Referensi utama : Al iman, Arkanuhu, Haqiqotuhu, Wa Nawaqhidhuhu</p>
<p>riyanthea_devi@yahoo.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemercik.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemercik.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemercik.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemercik.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemercik.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemercik.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemercik.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemercik.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemercik.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemercik.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemercik.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemercik.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemercik.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemercik.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemercik.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemercik.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=36&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/iman-kepada-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e1c9efbc11cb053cfbc474f374e6180?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gemercik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISTRIKU</title>
		<link>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/istriku/</link>
		<comments>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:05:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemercik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemercik.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ust. M Anis Matta, Lc. Istriku. Tidak! Saya tidak sedang ingin bercerita tentang istri saya. Istriku. Itu adalah judul salah satu essai Syekh Ali Al-Thantawi yang pernah saya baca beberapa tahun lalu. Beliau memang mengatakan bahwa berbicara tentang istri sendiri bagi masyarakat Arab, adalah aib besar. Tapi beliau juga memang tidak sedang ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=35&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>		Oleh : Ust. M Anis Matta, Lc.<br />
Istriku. Tidak! Saya tidak sedang ingin bercerita tentang istri saya. Istriku. Itu adalah judul salah satu essai Syekh Ali Al-Thantawi yang pernah saya baca beberapa tahun lalu.<br />
Beliau memang mengatakan bahwa berbicara tentang istri sendiri bagi masyarakat Arab, adalah aib besar. Tapi beliau juga memang tidak sedang ingin memperkenalkan istri beliau. Namun, beliau ingin bercerita tentang peran universitas dalam pencerdasan wanita di negerinya di mana. menjadi baik untuk menjadikan isteri beliau sebagai bagian dari perbandingan-perbandingan sosial.</p>
<p><span id="more-35"></span><br />
Nah, ceritanya begini. Sebagai dosen hukum, suatu waktu beliau memberikan kuliah hukum untuk mahasiswi tahun terakhir fakultas hukum Universitas Damaskus. Tapi beliau merasa kecewa berat. Karena para mahasiswi itu tidak secerdas yang beliau duga sebelumnya, tidak seberwawasan yang beliau harap sebelumnya, tidak seberpengetahuan yang beliau sangka sebelumnya.<br />
Ternyata perguruan tinggi ini, kata beliau, belum merubah mereka, belum membuat mereka lebih cerdas, lebih berwawasan dan lebih berpengetahuan dari sebelumnya. Itulah masalahnya.<br />
Dan dalam kekecewaan itu, beliau teringat akan istri beliau. Wanita yang menjadi istri beliau, bukanlah wanita yang mengenyam pendidikan tinggi. Bahkan menengah pun tidak. la hanya sempat mendapatkan pendidikan dasar. Tapi sekarang, kenang Syekh Ali Al-Thanthawi, setelah sepuluh tahun menikah dengan beliau, wanita itu telah menjadi lebih cerdas, lebih berwawasan dan lebih berpengetahuan daripada mahasiswi-mahasiswi tahun terakhir fakultas yang pernah beliau kuliahi itu. Itulah ceritanya.<br />
Jadi proses pembelajaran yang intens selama sepuluh tahun di rumah saja,&#8221; kata beliau, ternyata jauh lebih efektif daripada pembelajaran yang selama ini berlangsung dengan &#8220;keren&#8221; di perguruan tinggi. Tidak ada maksud mengecilkan arti lembaga ini. Beliau hanya ingin mengatakan tentang makna pembelajaran yang sesungguhnya, dan bahwa dalam proses pembelajaran itu institusi hanyalah merupakan faktor sekunder, dan bukan tujuan.<br />
Apa yang dikatakan Syekh Ali Al-Thanthawi itu, berpuluh tahun yang lalu memang tidak terlalu jauh dari apa yang diungkapkan oleh mantan Menaker Abdul Latif, bahwa dari 130 ribu sarjana yang diproduk oleh perguruan tinggi seluruh Indonesia, hanya 100 ribu di antara mereka yang bisa diserap oleh lapangan kerja, Nah, silahkan menuduh lapangan kerja yang tidak banyak, tapi jangan lupa bertanya tentang bobot para sarjana itu.<br />
Marilah kita kembali kepada persoalan kita; yaitu situasi, pembelajaran para murabbiyatul aulad (guru pertama) yang menghuni rumah-rumah kita. Apakah yang telah terjadi pada kecerdasan, wawasan dan pengetahuan mereka setelah resmi memasuki rumah Anda dan memiliki status sebagai istri?<br />
Saya pikir, sebagian besar kita mungkin lebih beruntung karena mendapat istri yang telah menjadi sarjana, atau minimal pernah mengenyam pendidikan menengah keatas. Dan itu merupakan kewajiban investasi yang harus dan telah dilunasi oleh orang tua mereka.<br />
Masalahnya adalah proses pembelajaran itu harus berkelanjutan (long life learning, dari buaian hingga liang lahat) Karena itu, kewajiban melakukan proses pembelajaran itu menjadi tanggungjawab kita sebagai suami.<br />
Dari puluhan acara ceramah dan seminar tentang kewanitaan yang pernah saya hadiri, baik sebagai pembicara maupun sebagai pendengar, saya merasa aman untuk menyimpulkan bahwa banyak dari istri-istri kita yang mengalami masa paling stagnasi setelah melahirkan. Mereka merasa berhenti berkembang, karena proses pembelajaran mereka juga berhenti. Saya berharap bahwa saya tidak sedang memperbesar masalah melebihi kadarnya yang wajar. Tapi kemudian saya mulai memahami bahwa ada banyak masalah keluarga dan kendala pendidikan anak yang disebabkan oleh kualitas istri-istri kita yang memang belum mumpuni.<br />
Dulu ketika rajin membicarakan bagaimana melahirkan generasi muda yang Rabbani, kita mungkin melupakan satu hal yang justru menentukan pelaksanaan cita-cita itu; yaitu investasi yang harus kita bayar berupa budget pengembangan kualitas murabbiyatul aulad yang notabene adalah istri-istri kita. Mulai dari penyediaan infrastruktur berupa rumah yang memadai, sarana pendukung seperti perpustakaan, sampai biaya-biaya kursus dan latihan.<br />
Keluarga dakwah zaman ini menghadapi tantangan yang jauh lebih berat. Ini era yang paling memberikan peluang seluas-seluasnya bagi pemasaran semua bentuk ide dan gagasan. Dan kalau ada yang dapat dikatakan oleh berbagai bentuk media informasi sekarang, barang kali hanyalah ini; &#8220;Inilah pasar bagi ide dan gagasan Anda. Silahkan Anda mempromosikan dan menjualnya di sini”.<br />
Tidak satu pun di antara kita yang bisa melepaskan diri dari pertarungan itu. Sejak awal misi dakwah ini adalah membangun peradaban baru bagi umat manusia. Dan sejak awal pula tabiat tantangan dakwah ini senantiasa berdimensi peradaban. Inilah perang yang kita hadapi: perang peradaban. jangan pernah bermimpi untuk membangun sebuah keluarga yang tangguh, dalam era dan jenis pertarungan seperti ini, jika dalam keluarga itu tidak terbangun manusia-manusia berpengetahuan, manusia-manusia. yang visioner. Anak-anak kita kelak akan memasuki usia perguruan tinggi ketika pasar bebas Asean (2003) dan Asia-Pasifik (2010) telah dibuka. Dan sekolah dan perguruan tinggi asing akan bermunculan di negeri kita.<br />
Kalau ada kernampuan dasar yang sangat dibutuhkan oleh keluarga dakwah zaman ini, barangkali itu adalah ini: kernampuan dasar untuk memahami, memilih dan mencipta. Dan kalau ada kesiapan-kesiapan dasar yang harus ada dalam keluarga dakwah, mungkin ini: kesiapan dasar untuk belajar, kesiapan dasar untuk berubah dan berkembang, kesiapan dasar untuk menjadi lebih baik.<br />
Itulah sebabnya kita perlu mengukuhkan semangat pernbelajaran dalam keluarga kita. Dan istri kita harus mendapat porsi yang sangat besar. Karena anak-anak kita tumbuh lebih banyak dalam asuhan mereka. Dan untuk itu kita perlu menyediakan budget yang memadai bagi investasi pendidikan itu. Karena ketersediaan budget itu  bagian dari isyarat; keseriusan.<br />
Sekarang saya mulai mengerti mengapa dulu Rasulullah saw bersabda, &#8220;Rezeki itu datangnya dari dua puluh pintu. Sembilan belas pintu untuk pedagang, dan hanya satu pintu untuk mereka yang memiliki ketrampilan tangan”.<br />
&#8220;Yah, 19 pintu untuk pedagang.&#8221;<br />
Oh, iya kita kembali lagi ke persoalan istri-istri kita. Istri saya sendiri mungkin lebih beruntung dari istri Syeikh Ali-Al-Thanthawi, karena sempat menyelesaikan pendidikan tingginya. Tapi saya kurang tahu apakah ia akan menjadi lebih baik setelah usia kesepuluh nanti dari perkawinan kami. Dan saya akan menulis kembali sebuah makalah kecil dengan judul. &#8220;Istriku.&#8221;<br />
&#8220;Dan antum sendiri! Istri antum bagaimana? Bisnis antumlah itu!&#8221;</p>
<p>riyanthea_devi@yahoo.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemercik.wordpress.com/35/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemercik.wordpress.com/35/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemercik.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemercik.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemercik.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemercik.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemercik.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemercik.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemercik.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemercik.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemercik.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemercik.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemercik.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemercik.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemercik.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemercik.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=35&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e1c9efbc11cb053cfbc474f374e6180?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gemercik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JAMA&#8217;AH TABLIGH</title>
		<link>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/jamaah-tabligh/</link>
		<comments>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/jamaah-tabligh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 07:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemercik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemercik.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[TA&#8217;RIF Jama&#8217;ah Tabligh adalah sebuah jama&#8217;ah Islamiyah yang dakwahnya berpijak kepada penyampaian (tabligh) tentang keutamaan-keutamaan ajaran Islam kepada setiap orang yang dapat dijangkau. Jama&#8217;ah ini menekankan kepada setiap pengikutnya agar meluangkan sebagian waktunya untuk menyampaikan dan menyebarkan dakwah dengan menjauhi bentuk-bentuk kepartaian dan masalah-masalah politik. Barangkali cara demikian lebih cocok mengingat kondisi ummat Islam di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=34&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TA&#8217;RIF<br />
Jama&#8217;ah Tabligh adalah sebuah jama&#8217;ah Islamiyah yang dakwahnya berpijak kepada penyampaian (tabligh) tentang keutamaan-keutamaan ajaran Islam kepada setiap orang yang dapat dijangkau. Jama&#8217;ah ini menekankan kepada setiap pengikutnya agar meluangkan sebagian waktunya untuk menyampaikan dan menyebarkan dakwah dengan menjauhi bentuk-bentuk kepartaian dan masalah-masalah politik. Barangkali cara demikian lebih cocok mengingat kondisi ummat Islam di India yang merupakan minoritas dalam sebuah masyarakat besar.<br />
<span id="more-34"></span><br />
SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA<br />
Jama&#8217;ah ini didirikan oleh Syaikh Muhammad Ilyas Kandahlawi (1303-1364). Ia dilahirkan di Kandahlah, sebuah desa di Saharnapur, India. Mula-mula ia menuntut ilmu di desanya, kemudian pindah ke Delhi sampai berhasil menyelesaiakan pelajarannya di sekolah Deoband. Sekolah ini merupakan sekolah terbesar untuk pengikut Imam Hanafi di anak benua India yang didirikan pada tahun 1283 H/1867 M.</p>
<p>PARA SYAIKH JAMA&#8217;AH TABLIGH YANG TERKENAL<br />
Syaikh Muhammad Ilyas Kandahlawi, pendiri jama&#8217;ah dan merupakan amir pertamanya. Pertama kali ia belajar kepada kakak kandungnya, Syaikh Muhammad Yahya, seorang guru di Madrasah Mazhahir al-Ulum Saharnapur.<br />
Syaikh Rasyid Ahmad Kankuhi (1829-1905) yang dibai&#8217;at menjadi anggota jama&#8217;ah pada tahun 1315 H oleh Syaikh Muhammad Ilyas. Kemudian ia memperbaharui bai&#8217;atnya kepada Syaikh Khalil Ahmad Saharnapuri. Syaikh ini mempunyai hubungan dekat dengan Syaikh Abdurrahim Ra&#8217;i Fauri dan banyak menimba ilmu dan pendidikan darinya. Ia juga berguru kepada Syaikh Asraf Ali al-Tahanawi (1280-1364 H/1863-1943 M) yang bergelar Hakim Ummat dan kepada Syaikh Muhammad Hasan (1268-1339 H/1851-1920 M), salah seorang tokoh ulama Madrasah Deoband dan pemimpin Jama&#8217;ah Tabligh.<br />
Sedangkan teman-teman dekat Syaikh Muhammad Ilyas Kandahlawi antara lain :<br />
1.	Syaikh Abdurrahim Syah Deoband al-Tablighi yang menghabiskan waktunya untuk urusan tabligh bersama-sama Syaikh.<br />
2.	Syaikh Ihtisyam Kandahlawi yang menikah dengan saudara perempuan Syaikh Muhammad Ilyas. Beliaulah orang kepercayaan khusus Syaikh. Ia menghabiskan usianya untuk memimpin Jama&#8217;ah dan mendampingi Syaikh Muhammad Ilyas.<br />
3.	Syaikh Abu al-Hasan Ali r.a. al-Hasani al-Nadawi, Direktur Dar antara lain-Ulum, Nadwah Ulama di Lucknow, India. Beliau adalah seorang penulis Islam besar dan mempunyai hubungan kuat dengan jama&#8217;ah.<br />
Sepeninggal Syaikh Muhammad Ilyas Kandahlawi kepemimpinan Jama&#8217;ah diteruskan oleh puteranya, Syaikh Muhammad Yusuf Kandahlawi (1917-1965). Ia dilahirkan di Delhi. Sering berpindah-pindah mencari ilmu dan menyebarkan dakwah. Berkali-kali ia mengunjungi Saudi Arabia, menunaikan haji dan ke Pakistan. Beliau wafat di Lahore dan jenazahnya dimakamkan di samping orang tuanya di Nizham al-Din, Delhi.<br />
Kitabnya yang terkenal ialah Amani Akhbar, berupa komentar kitab Ma&#8217;ani antara lain-Atsar karya Syaikh Thahawi dan Hayat al-Shahabah. Beliau meninggalkan seorang putera yang mengikuti jejak dan langkahnya, yaitu Syaikh Muhammad Harun.<br />
Sedangkan teman-teman dekatnya dalam Jama&#8217;ah ialah :<br />
1.	Syaikh Zakariya Kandahlawi (1315-1364 H), sepupu Syaikh Yusuf dan sekaligus menjadi adik iparnya. Beliau adalah ahli hadits dan Musyrif tertinggi Jama&#8217;ah Tabligh. Tetapi akhir-akhir ini ia tidak aktif lagi di dalam Jama&#8217;ah.<br />
2.	Syaikh Muhammad Yusuf Banuri, Direktur sekolah Arab di New Town, Karachi, ahli hadits, direktur majalah bulanan berbahasa Urdu dan salah seorang tokoh ulama Deoband dan Jama&#8217;ah Tabligh.<br />
3.	Maulana Ghulam Ghauts Hazardi, salah seorang tokoh ulama Jama&#8217;ah Tabligh yang menjadi anggota parlemen pusat.<br />
4.	Mufti Muhammad Syafi&#8217;i Hanafi, mufti agung Pakistan. Pernah menjadi direktur sekolah Dar al-Ulum Landhi, Karachi dan pengganti Asyraf Ali Tahnawi (Hakim Ummat) serta sebagai tokoh jama&#8217;ah terkemuka.<br />
5.	Syaikh Manzhur Ahmad Nu&#8217;mani, termasuk barisan ulama besar jama&#8217;ah, pengikut Syaikh Zakariya, kawan akrab Ustadz Abu al-Hasan al-Nadawi dan termasuk tokoh ulama Diobond.<br />
Amir jama&#8217;ah yang ketiga ialah In&#8217;am Hasan. Jabatan ini dia pegang sejak Syaikh Muhammad Yusuf wafat sampai sekarang. Beliau adalah teman akrab Syaikh Muhammad Yusuf ketika sama-sama belajar dan perlawatannya. Usia mereka saling berdekatan. Keduanya sangat dekat dalam dakwah dan pergerakan.<br />
Para pendampingnya antara lain :<br />
1.	Syaikh Muhammad Umar Bannaburi yang menjadi penasehat khususnya.<br />
2.	Syaikh Muhammad Baasyir, pemimpin Jama&#8217;ah Tabligh Pakistan yang berpusat di Roywand, pinggiran kota Karachi.<br />
3.	Syaikh Abdulwahhab, salah seorang tokoh Jama&#8217;ah Tabligh di kantor pusat di Pakistan.</p>
<p>PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA<br />
Oleh pendiri jama&#8217;ah telah ditetapkan 6 prinsip yang menjadi azas dakwahnya, yaitu :<br />
1.	Kalimah agung.<br />
2.	Menegakkan shalat.<br />
3.	Ilmu dan dzikir.<br />
4.	Memuliakan setiap Muslim.<br />
5.	Ikhlas.<br />
6.	Berjuang fi sabilillah.<br />
Metode dakwah mereka menempuh jalan berikut :<br />
1.	Sebuah kelompok dari kalangan jama&#8217;ah, dengan kesadaran sendiri, bertugas melakukan dakwah kepada penduduk setempat yang dijadikan obyek dakwah. Masing-masing anggota kelompok tersebut membawa peralatan hidup sederhana dan bekal serta uang secukupnya. Hidup sederhana merupakan ciri khasnya.<br />
2.	Begitu mereka sampai ke sebuah negeri atau kampung yang hendak di dakwahi, mereka mengatur dirinya sendiri. Sebagian ada yang memberihkan tempat yang akan ditinggalinya dan sebagian lagi keluar mengunjungi kota, kampung, pasar dan warung-warung, sambil berdzikir kepada Allah. Mereka mengajak orang-orang mendengarkan cermah atau bayan (menurut istilah Jama&#8217;ah).<br />
3.	Jika saat bayan tiba, mereka semua berkumpul untuk mendengarkannya. Setelah bayan selesai, para hadirin dibagi menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok dipimpin oleh seorang da&#8217;i dari Jama&#8217;ah. Kemudian para da&#8217;i tersebut mulai mengajari cara berwudhu, membaca fatihah, shalat atau membaca Al-Qur&#8217;an. Mereka membuat halaqat-halaqat seperti itu dan diulanginya berkali-kali dalam beberapa hari.<br />
4.	Sebelum mereka meninggalkan tempat dakwah, masyarakat setempat diajak keluar bersama untuk menyampaikan dakwah ke tempat lain. Beberapa orang secara sukarela menemani mereka selama satu sampai tiga hari atau sepekan, bahkan ada yang sampai satu bulan. Semua itu dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing sebagai realisasi firman Allah :<br />
5.	&#8220;Kalian adalah sebaik-baik ummat yang ditampilkan ke tengah-tengah manusia.&#8221; (Q.S. Ali r.a. &#8216;Imran : 110)<br />
6.	Mereka menolak undangan walimah (kenduri) yang diselenggarakan penduduk setempat. Tujuannya agar tidak terganggu oleh masalah-masalah di luar dakwah dan dzikir serta amal-amal perbuatan mereka tulus karena Allah semata.<br />
7.	Dalam materi dakwah, mereka tidak memasukkan ide penghapusan kemungkaran. Sebab, mereka meyakini bahwa sekarang ini masih berada dalam tahap pembentukan kondisi kehidupan yang Islami. Perbuatan mendobrak kemungkaran, selain sering menimbulkan kendala dalam perjalanan dakwah mereka, juga membuat orang lari.<br />
8.	Mereka berkeyakinan, jika pribadi-pribadi telah diperbaiki satu persatu, maka secara otomatis kemungkaran akan hilang.<br />
9.	Keluar, tabligh dan dakwah merupakan pendidikan praktis untuk menempa seorang da&#8217;i. Sebab seorang da&#8217;i harus dapat menjadi qudwah dan harus konsisten dengan dakwahnya.<br />
Mereka memandang taqlid kepada madzab tertentu adalah wajib. Konsekuensinya mereka melarang ijtihad dengan alasan sekarang ini tidak ada ulama yang memenuhi syarat sebagai seorang Mujtahid.<br />
Dalam beberapa hal mereka terpengaruh oleh cara-cara sufisme yang tersebar di India. Karena itu mereka menerapkan praktek-praktek sufistik seperti berikut :<br />
1.	Setiap pengikutnya diharuskan melakukan bai&#8217;at kepada syaikhnya. Barang siapa meninggal dan di tengkuknnya tidak ada bai&#8217;at maka ia mati dalam keadaan jahiliyyah. Sering bai&#8217;at kepada syaikh ini dilakukan di tempat umum dengan cara membeberkan selendang-selendang lebar yang saling terkait sambil mengumandangkan bai&#8217;at secara serentak. Bai&#8217;at semacam ini sering pula dilakukan di hadapan massa wanita.<br />
2.	Sangat berlebihan dalam mencintai syaikh. Apalagi kepada Rasulullah SAW, mereka melakukan hal-hal yang di luar tata krama yang harus diiltizami dalam menghormati Rasulullah SAW.<br />
3.	Menjadikan mimpi-mimpi menduduki kenyataan-kenyataan kebenaran sehingga mimpi-mimpi tersebut dijadikan landasan beberapa masalah yang mempengaruhi perjalanan dakwahnya.<br />
4.	Meyakini tasawuf sebagai jalan terdekat mewujudkan rasa manisnya iman di dalam kalbu.<br />
5.	Senantiasa menyebut-nyebut nama tokoh-tokoh tasawuf seperti Syaikh Abdul Qadir Jailani, Suhrawardi, Abu Manshur Maturidi dan Jalaluddin al-Rumi pengarang kitab al-Matsani.<br />
Metode dakwah mereka berpijak kepada tabligh dalam bentuk targhib (memberi kabar gembira) dan tarhib (mengancam) serta sentuhan-sentuhan emosi. Mereka telah berhasil menarik banyak orang ke pangkuan iman. Terutama orang-orang yang tenggelam dalam kelezatan dan dosa. Orang-orang tersebut diubah ke dalam kehidupan penuh ibadah, dzikir dan baca Al-Qur&#8217;an.<br />
Jama&#8217;ah Tabligh selalu menjauhi pembicaraan masalah politik. Bahkan anggota jama&#8217;ahnya dilarang keras terjun ke gelanggang politik. Setiap orang yang terjun ke politik, mereka kecam. Barangkali inilah pokok perbedaan mendasar antar Jama&#8217;ah Tabligh dengan Jama&#8217;ah Islamiyah yang memandang perlu berkonfrontasi menentang musuh-musuh Islam di anak benua tersebut.</p>
<p>BEBERAPA CATATAN DAN MANFAAT YANG DAPAT DI AMBIL<br />
Mereka memperluas diri secara horizontal kuantitatif. Tetapi mereka lemah dalam mencapai keunggulan kualitatif. Sebab mencapai keunggulan kualitatif memerlukan pemeliharaan dan ketekunan yang berkesinambungan. Inilah yang tidak dimiliki Jama&#8217;ah Tabligh. Sebab, orang yang mereka dakwahi hari ini belum tentu akan mereka jumpai sekali lagi. Malah tidak jarang orang yang telah mereka dakwahi kembali lagi ke dalam kehidupan semula yang penuh gemerlapan dan kemewahan.<br />
Orang-orang yang mereka dakwahi tidak diikat dalam satu struktur organisasi yang rapi. Ikatan lebih dititikberatkan kepada semacam kontak antar pribadi dengan da&#8217;i yang berlandaskan saling pengertian dan cinta kasih.<br />
Dalam kontek penegakan hukum Islam dalam kehidupan nyata dan dalam menghadapi aliran-aliran berfikir yang telah mengerahkan segala potensi dan kemampuan untuk merusak dan memerangi Islam dan ummatnya, gerakan mereka sama sekali tidak memadai.<br />
Pengaruh dakwahnya lebih membekas secara jelas kepada para pengurus masjid. Sedangkan kepada orang-orang yang sudah mempunyai pemikiran dan idiologi tertentu, hampir-hampir pengaruhnya tidak ada.<br />
Dapat juga dikatakan bahwa mereka mengambil Islam sebaigan dan meninggalkan sebagiannya. Memilah-milah hakikat Islam jelas bertentangan dengan watak Islam yang utuh.</p>
<p>AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDEOLOGINYA<br />
Jama&#8217;ah Tabligh adalah jama&#8217;ah Islam yang sumber utamanya adalah Al-Qur&#8217;an dan Sunnah. Sedangkan thareqatnya Ahlussunnah wa al-Jama&#8217;ah.<br />
Jama&#8217;ah ini banyak dipengaruhi ajaran tasawuf dan thareqat seperti thareqat Jusytiyyah di India. Mereka mempunyai pandangan khusus terhadap tokoh-tokoh tasawuf dalam masalah pendidikan dan pengarahan.<br />
Di antara mereka ada yang berkeyakinan bahwa pemikirannya diambil dari Jama&#8217;ah antara lain-Nour di Turki.</p>
<p>PENYEBARAN DAN KAWASAN PENGARUHNYA<br />
Pertama kali muncul di India kemudian tersebar ke Pakistan dan Bangladesh, negara-negara Arab dan keseluruh dunia Islam. Jama&#8217;ah ini mempunyai banyak pengikut di Suriah, Yordania, Palestina, Libanon, Mesir, Sudan, Irak dan Hijaz.<br />
Dakwah mereka telah tersebar di sebagian besar negara-negara Eropa, Amerika, Asia dan Afrika. Mereka memiliki semangat dan daya juang tinggi serta tidak mengenal lelah dalam berdakwah di Eropa dan Amerika.<br />
Pimpinan pusatnya berkantor di Nizhamuddin, Delhi. Dari sinilah semua urusan da&#8217;wah internasionalnya diatur. Dana kegiatannya dipercayakan kepada para da&#8217;i sendiri. Ada pula dana yang dikumpulkan secara terpisah-pisah, tidak terorgnisasi, dari beberapa donatur langsung, atau dengan cara mengirim da&#8217;i atas biaya donatur tersebut.</p>
<p>riyanthea_devi@yahoo.com</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemercik.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemercik.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemercik.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemercik.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemercik.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemercik.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemercik.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemercik.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemercik.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemercik.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemercik.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemercik.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemercik.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemercik.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemercik.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemercik.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=34&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/jamaah-tabligh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e1c9efbc11cb053cfbc474f374e6180?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gemercik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Janji-janji</title>
		<link>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/janji-janji/</link>
		<comments>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/janji-janji/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2008 06:56:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>gemercik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gemercik.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Allah tidak pernah berjanji Bahwa langit selamanya akan berwarna biru Bahwa bunga selamanya akan mekar kea rah tertentu Bahwa matahari akan selalu bersinar tanpa hujan Bahwa kesenangan akan dating tanpa kesediahan Bahwa kedamaian akan dating tanpa penderitaan Tetapi Allah berjanji Kekuatan yang dating setiap hari Istirahat bagi yang telah bekerja Cahaya bagi yang berjalan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=33&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah tidak pernah berjanji<br />
Bahwa langit selamanya akan berwarna biru<br />
Bahwa bunga selamanya akan mekar kea rah tertentu<br />
Bahwa matahari akan selalu bersinar tanpa hujan<br />
Bahwa kesenangan akan dating tanpa kesediahan<br />
Bahwa kedamaian akan dating tanpa penderitaan</p>
<p><span id="more-33"></span></p>
<p>Tetapi Allah berjanji<br />
Kekuatan yang dating setiap hari<br />
Istirahat bagi yang telah bekerja<br />
Cahaya bagi yang berjalan di jalan-Nya<br />
Kebahagiaan akan tiba sesudah banyaknya cobaan<br />
Bantuan yang akan dating terus menerus<br />
Dia akan terus mengasihi tanpa henti<br />
Cinta-Nya akan selalu kekal abadi<br />
Ya Allah, izinkan aku tertawa lagi, tetapi jangan biarkan aku lupa bahwa aku pernah menangis.</p>
<p>Deshinta Arrova dewi<br />
Majalah percikan Iman No.8 agustus 2006 M</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/gemercik.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/gemercik.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gemercik.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gemercik.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gemercik.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gemercik.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gemercik.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gemercik.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gemercik.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gemercik.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gemercik.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gemercik.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gemercik.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gemercik.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gemercik.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gemercik.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gemercik.wordpress.com&amp;blog=3299530&amp;post=33&amp;subd=gemercik&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gemercik.wordpress.com/2008/03/28/janji-janji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/9e1c9efbc11cb053cfbc474f374e6180?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">gemercik</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
