Tau pencuri kan ? itu lho yang punya hobi mengambil sesuatu tanpa sepengetahuan orang lain. Biasanya sih, pelaku pencurian di kampung-kampung kalau ketangkep sering dipukuli ataupun diarak keliling desa. Walaupun yang dicuri hanya seekor ayam atau hasil panen para petani. Emh, ironis yah? Mungkin terkadang kita berfikir hukuman itu tidak sebanding dengan apa yang mereka ambil—itupun belum sempat mereka nikmati—dari rumah penduduk.
Tapi apakah hukuman itu benar-benar tepat? Mengingat ada satu tipe pencuri yang sangat berbahaya bagi hidup seseorang, tapi pencuri itu tak pernah tersentuh oleh hukum. Tak segan-segan, pencuri itu mampu, menghancurkan hidup seseorang, hingga terperosok kelembah keterpurukan. Hal yang dicuripun bukan sekedar barang-barang elektronik, perhiasan, ataupun uang. Tapi yang lebih berharga dari itu semua, dia mencuri “ MIMPI” orang lain.
Mungkin dalam hidup, baik dilingkungan kerja, sekolah, kuliah, organisasi, ataupun keluarga pernah kita jumpai orang yang sering berkata “ Alah, kamu mana bisa melakukannya”, “Udah deh, ngapain sih cape-cape usaha toh nanti gagal”, “kamu tuh ngga berbakat dalam bidang itu” atau “ itu terlalu mustahil untuk diwujudkan”. Alih-alih memberi semangat, kita malah mendapat pukulan bertubi-tubi tiap kali kita mengungkapkan mimpi kita. Walhasil, kita jadi males, patah semangat, dan merasa putus asa.
Yang paling parah adalah ketika kita menjadi tidak mempercayai diri sendiri, cenderung rendah diri dan berfikir bahwa mimpi kita terlalu mustahil untuk kita capai. Bukannya kita makin gigih mempertahankan mimpi tersebut, tapi sebaliknya kita dengan mudah mempercayai perkataan para pencuri mimpi tersebut. untuk berhenti bercita-cita dan berkarya. Dan saat itu yang kita dapat hanyalah langkah yang ‘nol’ dan bank emosi yang ‘defisit’ dari hari kehari.
Emh, memang sih, setiap orang punya hak untuk menggungkapkan pendapat mereka, termasuk pendapat tentang impiam-impian kita. Tapi ketika kita meresa ditekan dari berbagasi sisi, kitalah yang harus menentukan apakah kita membiarkan mereka mencuri impian kita atau tidak. Karena disini kita punya hak penuh sebagai penentu jalan hidup. Bisa jadi kita hanya mengambil nasehat-nasehat positif yang relefan dengan mimpi kita dan bersifat membangun. Tapi sekali lagi, kita tidak harus berhenti bermimpi.
Jadi, apapun kata orang lain biarkan saja, karena apapun mimpi yang ingin kita capai, hanya kitalah yang mampu mewujudkannya. Toh, setiap jiwa memiliki hasrat dan ambisi yang berbeda dalam kehidupan. Jadi yang perlu kita renungi adalah tentang benar atau salah tidaknya nilai-nilai dan prinsip yang kita gunakan untuk menopang mimpi kita. Jika kita percaya mimpi kita bersandar pada tangga kebenaran, maka tak ada seorangpun yang mampu merampasnya dari diri kita. And Now, it’s up to you !
riyanthea_devi@yahoo.com
bu, as I’ve said..
manusia tuh lebih serem dari hantu-hantuan
hantu paling cuma ngesot ato nangis depan rumah (saya) subuh-subuh
naa manusia?maen bakar-bakaran aja tuh